14 April 2016

Kamu Milik Ku

Aku telah mengatakan perasaan kepada seorang wanita. Perasaan yang selama ini melekat erat di hati kecilku, perasaan yang terus menghantui apabila tak dapat ku ungkapkan.

Awalnya, aku masa sekali tidak meyakini hal ini akan terjadi. Dia menerimaku menjadi kekasihnya dan mengizinkanku untuk menggenggam tangan mungilnya. Untuk hari istimewa tersebut.

Aku begitu mencintai sosok itu, sehingga sangat wajar jika aku memiliki rasa takut untuk kehilangan orang yang kini menjadi milik ku. Sampai suatu malam di hari setelah sehari aku menjadi kekasih wanita itu, aku merasa sangat-sangat takut dan tak dapat tidur.

Jam 00:03 hal yang sangat bodoh bila aku meminta seorang wanita untuk menemani malamku ini. Dia telah tertidur dan terjaga dalam mimpinya.

Aku takut kehilangan dia. Di pikiranku kini hanya dia. Tak ada yang lain, aku tidak menginginkan di suatu hari nanti ketika kami akan di hadapkan pada suatu masalah, dan masalah itu akan menjadi penyebab berakhirnya hubungan ini. Aku tak ingin itu terjadi.

Jam 03:10 ku tutup mataku, aku ingin bermimpi. Ya! Aku akan membawa hatinya pergi, dan hanya aku yang akan memilikinya! Akan ku temui dia esok hari.

Bertabur lilin, semerbak wangi mawar menghiasi ruangan yang di dalamnya terdapat dua insan yang saling mencintai.

"Kau cantik sekali Nha."
"Terima kasih, seperti biasa kau adalah pria yang lembut."
"..."
"Mengapa? Aku salah?"
"Tidak. Aku hanya sedang mengagumi mu. Aku akan membawamu, menjagamu, dan memilikimu. Aku ingin hatimu!"
"Kau telah mendapatkannya! Aku untukmu, dan begitu pula kau milikku."
"Kemarilah"
Kau mendekat dan dapat tercium olehku parfum yang kau kenakan. Ku tatap dalam-dalam kedua bola mata yang indah, kemudian kau hanyut di dalamnya. Ku kecup bibirmu, aku harap kau dapat merasakan kelembutanku, sayang.

Aku memelukmu, dan ku rasakan tubuh kecil itu mulai kedinginan, darahmu membeku, aku berhasil menusukan pisau tepat di hatimu dan aku menenangkan hatimu!
Dengan rusaknya hatimu, tak akan ada orang selain aku yang dapat memilikimu! Kau milikku.

"Kau.. Ah, darah."
"Aku mencintaimu, pergilah bersamaku. Kau wanitaku."
"Aahhh.."

Kemudian dirimu tak bernafas.
Selanjutnya ku teguk racun tikus yang telah ku persiapkan di saku celanaku, ku minum tanpa memikirkan hal itu lagi! Dan ku peluk dirimu yang dingin.

Kini kau benar-benar milikku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar