15 April 2016

1 Cinta Diantara 3 Pilihan

 Memilih adalah salah satu hal yang paling sulit untuk aku lakukan. Aku mencintainya, dia, dan dirinya. Aku merasa jika aku terlalu serakah apabila aku tidak bisa memilih satu di antara mereka bertiga. "Cukup! Aku tidak bisa jika aku harus seperti ini, aku harus bisa memilih satu di antara mereka bertiga." Bisik hatiku yang terus menegur dengan kalimat seperti itu.

"Hai bebi, How are you today? How was your day? I miss you alot! Less than one months i will go to there" Pesan teks dari Andi. Andi adalan pacarku yang saat ini kita menjalani dengan long distance relationship dari Brunei dan Indonesia. Aku merasa bahagia mendapat pesan teks seperti itu. Wajar selama 6 bulan kita tidak bertemu dan akhirnya dia datang untuk menemuiku.

Tiba-tiba aku serentak bingung dengan hubunganku yang lain yaitu dengan Tomi dan Tio. Tomi adalah lelaki Indonesia yang kuliah di Jepang dan Tio adalah lelaki Indonesia rekan kerja di kantor ku. Aku tidak peduli dan mengabaikan kekhuatiran ku tentang pacar ku yang akan datang ke Indonesia, toh ini masih lama juga.

Malam minggu pun tiba, aku mendapatkan pesan teks dari Tomi yang baru pulang dari Jepang tadi pagi "Yank, aku pulang nih pagi tadi, nanti malam ada acara gak? Aku main ke rumah ya?" Dia tiba di rumah, kita mengobrol, bercanda, dan sampai kita tidak merasakan bahwa jam sudah menunjukan pukul 21:50 WIB dan akhirnya dia pun berpamitan untuk pulang ke rumah. Tomi dan Andi tidak mengetahui tentang hal ini dan begitu juga sebaliknya, semua masih dalam keadaan rahasia.

Pada hari kamis saat jam istirahat kerja, Tio mengajak ku untuk menonton bareng. Aku sangat enjoy melewati hari dengannya, Tio itu adalah orang yang baik, penyayang, perhatian, sabar, dan selalu mengerti aku. Sedangkan Tomi lebih kekanak-kanakan sifatnya. Aku merasa bahwa benih-benih cinta dari Tio mulai tumbuh di hatiku dan itu membuat ku menjadi lebih bimbang dan pikiran ku mulai mengacau kepada Tio. Entah mengapa aku tidak pernah memikirkan Andi meskipun dia adalah pacarku. Semakin hari aku merasa hubungan ku dengan Tio dan Tomi semakin dekat.

Namun, disisi lain pada akhirnya pun aku tidak akan bisa memiliki salah satu di antara mereka berdua karena aku telah memiliki Andi yang saat ini memang kekasihku sesungguhnya. "Kamu itu PHP banget sih jadi manusia, mending sekarang kamu lebih baik ninggalin mereka berdua, kamu kan sudah punya Andi! Apa kamu gak takut sama yang namanya karma? Ingat hukum karma masih berlaku di hidup ini!" Tegur sahabat ku Ayu dengan muka yang menatap ku dengan serius. "Aku harus bagaimana? Aku sayang mereka berdua dan itu sebabnya aku gak bisa ninggalin mereka." Jawab ku dengan nada sedih. "Tapi kasihan mereka, dan itu sama saja kamu nyakitin mereka berdua!" Tegur Ayu lagi. Aku hanya terdiam memikirkan ucapan Ayu tadi.

Hari demi hari aku terus memikirkan hal itu, aku tidak tahu apa yang harus aku perbuat. Aku tidak ingin menyakiti hati mereka berdua, namun aku juga tidak mau kehilangan mereka. Dengan perlahan apa yang aku pikirkan pun mulai menghilang dengan sendirinya dan aku masih tetap berhubungan dengan Tomi dan Tio. Sekarang Tomi sudah kembali ke Jepang untuk melanjutkan kuliahnya dan hanya tinggalah aku dan Tio disini. Aku merasa semakin dekat dengan Tio bahkan kita sering keluar bareng.

Di malam minggu ini kita berencana untuk pergi ke suatu mall untuk dinner bersama. Rasanya sangat bahagia menjalani hari bersamanya dan itu membuat aku akan semain susah untuk melepasnya. Akan tetapi, aku harus jujur dengannya tentang semua ini, karena aku tak ingin menyakiti lebih dalam lagi. "Tomi, maaf ya sebelumnya aku bingung harus memulai omongan dari mana? Aku takut ini menjadi salah paham dan ini membuatmu kecewa" Ucapku kepada Tio. "Ngomong saja sayang, aku tidak apa-apa. Aku tidak akan marah atau kecewa sekalipun. Aku sudah terlanjur sayang banget sama kamu." Jawab Tio dengan nada halus dan penyayang itu. Aku tertegun mendengar perkataannya dan mulai memberanikan diriku untuk lebih jujur. "Maaf ya sayang, sebenarnya aku gak bisa ngelanjutin hubungan ini terlalu jauh, aku sayang banget sama kamu, tapi aku sudah punya pacar dan aku gak bisa ninggalin dia juga." Dengan nada yang halus Tio pun menjawab "Jadi selama ini kamu PHPin aku dong? Hmm, ya sudah kamu jangan sedih ya ini bukan salahmu kok, ini salah ku kenapa aku gak pernah nanyain kamu  apakah kamu sudah punya pacar apa belum? Dan sekarang mendingan kita jadi sahabat aja ya! Aku gak mau jadi orang yang merusak hubungan orang lain tapi aku percaya kok, kalau kita memang berjodoh pasti akan kembali lagi. Aku sayang kamu." Tanpa sadar aku meneteskan air mataku saat aku mendengar ucapan Tio. "Mengapa aku bisa menyakiti orang sebaik dia, mengapa aku tega melakukan semua ini" Kata hatiku kembali menggumam kalimat seperti itu. Namun semua tidak berakhir, Tio masih tetap berkomunikasi denganku walaupun dia sudah mengetahui semuanya. Aku merasa sangat bersalah kepadanya, Aku begitu kejam menyia-nyiakannya. Aku ingin dia bisa meninggalkan ku dan cepat move on sehingga aku mulai membatasi apabila dia terlalu sering mengontak ku.

Sedikit lebih lega rasanya setelah berkata jujur kepada Tio. Dan sekarang yang menjadi beban dipikiran ku adalah Tomi. Aku kesulitan untuk berkata yang sejujurnya karena aku tahu jika dia bukan orang yang dewasa dan susah untuk menerima pendapat dari orang lain. Dan akhirnya, aku tetap menjalani hubungan dengan Tomi. Hari pun cepat berlalu kurang dari seminggu lagi Andi akan datang ke Indonesia untuk menemuiku. "Bebi, I'm really happy. Less that one week i will meet you" Pesan teks dari Andi. Aku semakin bingung dengan keadaanku yang terjempit ini, aku tetap menjalani ini semua dengan hati yang tidak tenang.

Hari demi hari berlalu, dan akhirnya tepat pada waktunya. Hari Minggu pukul 15:00 WIB  Andi pun tiba di Indonesia. Aku menjemputnya di Airport dan segera membawanya ke rumah untuk bertemu dengan orangtua ku. Kita bersantai bersama di rumah, bercerita dan bercanda. Tak ku sangka tiba-tiba datang sebuah mobil, dia adalah Tomi dengan membawa serangkai bunga mawar yang indah hendak diberikan untukku. Lalu keadaan berubah menjadi canggung karena disitu juga ada Andi. "Jadi selama ini kamu telah dengannya, mengapa kamu tidak pernah memberitahuku tentang hal ini? Kamu jahat banget. Maaf sudah ganggu waktu kalian. Have Fun!" Kata Tomi dengan nada marah dan mebuang serangkai bunga mawar yang indah itu. Aku kelagapan dengan situasi ini, tiba-tiba Andi mendatangiku dan berkata "Who is he? Is he your second boyfriend? What the hell with this, I think you are nice girl but i was closed! You are a Liar!". Hancur semua sudah kisah cinta ku.

Aku menyesal dengan perbuatanku yang bodoh ini, aku sangat menyesal. Berawal karena aku mengharapkan yang terbaik tetapi semua malah berbalik sehingga aku kehilangan semua orang yang aku sayangi. Inilah hidup, apabila ada orang yang sangat mencintaimu sayangilah dia, hargai cinta yang telah ia berikan untukmu. Jangan kau sia-siakan selagi ia masih di sampingmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar